Honda Prospect Motor Lakukan Recall Mobil Brio Satya Serta Brio 1.2 Automatic

Menjelang penghujung tahun 2014, PT Honda Prospect Motor kembali mengevaluasi sekaligus perbaikan yang dalam dunia otomotif diistilahkan sebagai Recall terhadap kedua varian mobil murah dan ramah lingkungan (LCGC) yakni Brio Satya dan Brio 1.2 AT yang diproduksi pada bulan September 2013 hingga Juli 2014 karena terjadi kesalahan pada Airbag Inflator konon dapat memberikan tekanan berlebihan pada Airbag sehingga dapat mencederai wajah pengemudi. Jika di Indonesia hanya 2 varian saja maka berbeda dengan di India sebab dinegeri bollywood recall dilakukan pada Brio, Amaze bahkan CR-V diperiode produksi yang sama seperti sudah kami sebutkan diatas. Bagi sebagian merek otomotif, penarikan untuk perbaikan memang terkadang kurang mengenakkan dan ini berbeda bagi Honda sebab pihak ATPM serta merta mengevaluasi dan menarik unit untuk dilakukan perbaikan sesuai dengan instruksi dari Honda Motor Co Ltd.

Kendati menjadi sebuah kabar tak mengenakkan bagi kami namun hal ini WAJIB dilakukan sebab faktor keselamatan merupakan hal utama yang perlu menjadi perhatian khusus tak hanya bagi Honda saja akan tetapi untuk semua brand dimana kerap mengutamakan kuantitas daripada kualitas. Dalam situs resmi Honda Indonesia juga sudah terpublikasi kabar mengenai recall Brio Satya dan Brio 1.2 AT dan menurut APM bahwa ini akan menjadi bahan studi karena tak hanya Honda namun merek lain memang kerap terjadi recall terutama pada sistem Airbag. Pada Brio Satya dan Brio 1.2 AT bukan air bagnya tidak mengembang saat terjadi benturan namun tekanan udara didalam air bag itu sendiri terlalu tinggi sehingga saat mengembang secara tiba-tiba dikhawatirkan dapat menimbulkan luka maupun memar pada wajah pengemudi namun perlu dicermati bahwa ini hanya berlaku pada kedua mobil diatas yang dipabrik pada bulan September 2013 hingga Juli 2014, jadi selain dari produksi dalam periode tersebut anda tak perlu kuatir atau dengan kata lain tidak perlu mengeceknya ke bengkel resmi Honda terdekat dari tempat tinggal anda.

HPM Yakinkan Bahwa Proses Penggantian Hanya 60 Menit

Pihak APM juga meyakinkan kepada para pemilik kedua LCGC Honda ini bahwa proses pengecekan hingga penggantian tidak akan lama karena keseluruhan prosesnya dapat diselesaikan dalam waktu 60 menit oleh mekanik profesional yang sehari-hari bekerja di service center authorized dealer Honda sehingga waktu menunggu 1 jam tersebut bisa anda manfaatkan untuk melakukan aktivitas lainnya dengan memanfaatkan fasilitas yang ada disetiap layanan 3S yang tersebar diseluruh Indonesia. Bahkan bagi mereka yang belum mengetahui adanya penarik terhadap kendaraannya maka HPM akan mengirimkan surat pemberitahuan agar para pemilik segera melakukan pengecekan yang direcanakan akan dimulai pada tanggal 6 Nopember nanti. HPM benar-benar memberikan perhatian khusus bagi konsumen sebagai salah satu bentuk layanan after sales sekaligus menjaga kredibilitasnya sebagai sebuah distributor yang berpengalaman dalam menangani segala permasalahan pada kendaraan hasil import maupun produksi lokal dibawah bendera Honda.

Untuk itu kita patut memberikan apresiasi kepada HPM dan bukan ini bukan kami ingin membangga-banggakan APM namun atas segala perhatian yang mereka berikan tentu saja meringankan beban mental dari para staff marketing sebagai salah satu pembawa panji Honda digarda terdepan. Bahkan mereka telah menyiapkan call center di toll free 0-800-11-22-789 yang bisa anda hubungi dari hari Senin hingga Jumat pada setiap jam kerja yakni pukul 09.00 sampai dengan 17.00 WIB.

Fuso Terbaru Hadir di Sumatera Setelah Jakarta

Sebagai bagian dari strategi promosi maupun pemasaran, maka PT. Krama Yudha Tiga Berlian Motors yang sebelumnya telah memamerkan New Fuso FJ2523 (6×2) Super Long serta New Fuso FJ2528 (6×4) Super Mixer pada IIMS 2014 di Jakarta kembali memperkenalkan kedua amunisi terbarunya dihadapan publik kota Medan baru-baru ini. Road show yang sebelumnya mengitari Jakarta serta kota-kota besar lainnya di pulau Jawa telah selesai maka wilayah Sumatera sebagai salah satu harapan dari divisi Mitsubishi FusoTruck & Bus Corporation (MFTBC) untuk memasarkan produk terbarunya melalui seluruh layanan 3S dikawasan Sumatera dimana kota Medan dipilih sebagai barometer atau titik start karena memiliki jumlah penduduk lebih banyak dibandingkan dengan wilayah lainnya yang sebelumnya dikenal dengan sebutan pulan Andalas.

Peluncuran dikota Medan dilakukan pada 17 Oktober lalu dan bertajuk “The New Fuso Debut’ acara ini diresmikan oleh President Director PT. KTB Mr. Noboru Tsuji serta Bapak Tonny Chandra selaku oleh President Director PT. Sumatera Berlian Motor. Meski berlangsung diibukota propinsi Sumatera Utara namun warga dari luar kota Medan berdatangan untuk menyaksikan Grand Launching dua amunisi Mitsubishi tersebut tak ketinggalan media massapun melakukan liputan khusus mengingat Mitsubishi adalah sebuah merek otomotif yang sudah melegenda ditanah air apalagi untuk kendaraan niaga maupun full-size SUV (Sport-Utility Vehicle) seperti New Pajero Sport. Kendati bursa otomotif nasional sedang mengalami penurunan yang disebabkan oleh masa transisi pemerintahan lama yang dipimpin oleh Bapak SBY – Budiono dan dilanjutkan oleh Bapak Jokowi – JK namun KTB tetap menghadirkan keduanya sebagai persiapan dalam menghadapi kompetisi diakhir tahun 2014 nanti.

Harapan besar tentu diberikan kepada pemerintahan terbaru namun kita sebagai warga negara Republik Indonesia wajib memberikan dukungan agar kemajuan perekonomian bangsa dapat dicapai dibawah kepemimpinan presiden dan wakil presiden baru dimana akan dibantu oleh kabinet kerja yang sudah diumumkan beberapa waktu lalu. Perkembangan industri otomotif tentu saja tak lepas dari naiknya perekenomian sehingga daya beli konsumenpun meningkat. Untuk itu harapan besar tentu saja dibutuhkan campur tangan semua pihak untuk memajukan semua sektor-sektor kehidupan meliputi pendidikan, keagamaan, perekenomian serta keamanan.

Tingkatkan Kepercayaan Konsumen Dengan Fuso Terbaru

Tentu bukan hal baru jika truk Mitsubishi Fuso menjadi sebuah trendsetter bagi konsumen dalam memilih sebuah mobil truk pengangkut barang baik skala kecil maupun besar. Agar konsumen semakin yakin untuk memilih Fuso dibandingkan truk dari merek lain maka penambahan teknologi maupun desain yang lebih sesuai dengan kebutuhan pembeli telah dilakukan oleh Mitsubishi bersama KTB dimana pada truk anyar mereka memang diperuntukkan bagi perusahaan yang sedang menjalankan atau membangun infrastruktur sehingga armada maupun akomodasi mereka untuk menjalaninya dapat terwujud dengan baik sekaligus mempermudah kegiatan pembangunan infrastuktur itu sendiri.

Berkali-kali pihak KTB telah menekankan bahwa mereka ingin menguasai pasar kendaraan komersial meskipun produk lain terus berdatangan ke Indonesia. Guna mendukung prosesi penjualan maka KTB juga telah membangunan beberapa pusat layanan 3S terbaru dikota-kota wilayah Sumatera dan Jawa sehingga publikpun lebih mudah membelinya ditempat asal mereka dibandingkan harus membelinya di Jakarta karena alasan harga OTR yang lebih murah dibandingkan dengan didaerah lainnya. Jika ingin bersaing hal utama adalah peningkatan pelayanan maupun kualitas produk yang bukan didasarkan hanya pada mode saja namun lebih kepada kebutuhan dari pelanggannya masing-masing.

Harga Suzuki Grand Vitara

Sebagai salah satu SUV yang diimpor secara CBU, harga Suzuki Grand Vitara yang kini menjadi satu-satunya mobil jenis Sport Utility Vehicle yang dimiliki oleh SMC (Suzuki Motor Corporation) sangat bersaing dengan kendaraan sejenis yang hadir di Indonesia.

suzuki grand vitara

Dengan mesin 24B, DOHC, 16 katup/ valve, 4 silinder, SUV generasi terbaru Suzuki ini mampu menghasilkan tenaga hingga 166 PS per 6.000 rpm dan torsi maksimum mencapai 225Nm pada putaran 4.000 RPM. Untuk akurasi, efektivitas serta efisiensi bahan bakar, mobil ini juga dilengkapi dengan teknologi Drive by Wire yang mana pada pedal gas menggunakan sensor yang langsung dihubungkan ke modul ECM (Electronic Control Module) tanpa adanya kabel gas. Teknologi ini juga telah diterapkan pada Swift maupun Ertiga, sehingga menjadi keunggulan tersendiri setiap produk Suzuki dibandingkan dengan para pesaingnya.

Untuk mendapatkan handling yang baik, Grand Vitara juga hadir dengan sistem suspensi depan Mac Pherson Strut dan Multi Link bagian belakangnya, sama seperti SUV lainnya yang beredar pada bursa otomotif Indonesia. Selain harganya yang kompetitif, Suzuki Grand Vitara juga tersedia dalam 6 (enam) pilihan warna, yakni Bison Brown Pearl Metalic, Gaia Bronze Pearl Metalic, White Pearl, Silky Silver Metalic, Bluish Black Pearl Metalic dan Quasar Gray Metalic.

Khusus mengenai SUV, hingga kini pihak Suzuki masih terus mempertahankan 80 persen desain yang lama. Bukan tak mengikuti trend otomotif, namun lebih kepada mempertahankan ciri serta karakter dari Grand Vitara itu sendiri sebagai sebuah SUV. Mengenai market, hingga kini masih difavoritkan dan sebagai menjadi andalan sebagai salah satu tipe yang dapat mendongkrak penjualan Suzuki secara keseluruhan di Indonesia.

Kini ditengah kompetisi yang begitu ketat dimana banyak produk sejenis yang terus berdatangan, PT Suzuki Indomobil Sales dengan bijaksana mengambil beberapa langkah atau keputusan yang dimana mereka secara langsung mengimpor New Grand Vitara secara CBU (Completely Built-Up) demi mengembalikan perhatian masyarakat ditanah air yang lebih memilih SUV yang tampil lebih stylish dan bergaya. Salah satu caranya adalah dengan tetap mempertahankan harga Suzuki Grand Vitara agar terus diminati oleh konsumen.

Ertiga Lebih Populer Dibandingkan Honda Mobilio

mobl ertiga

Baru-baru ini, Honda meluncurkan varian kendaraan jenis Low MPV bertitle Mobilio untuk bersaing di pasaran. Honda melalui Mobilio-nya diprediksi akan menjadi saingan berat Ertiga yang lebih dulu diluncurkan oleh SIS. Namun sepertinya ‘beban’ yang dipikulkan Honda kepada Mobilio cukup berat, karena Ertiga tampaknya lebih populer di kalangan keluarga Indonesia yang menjadi target pasar utama kendaraan Low MPV.

Suzuki memang mengalami penjualan meningkat berkat Ertiga-nya. Kenaikan yang signifikan pada periode sebelumnya ini memang lebih banyak disokong oleh varian Ertiga Sporty yang telah diluncurkan pabrikan asal Jepang itu. Meski memiliki desain dengan tema sporty sama seperti varian Ertiga Sporty, namun Mobilio tampaknya masih kesulitan untuk menyingkirkan besarnya animo konsumen yang sudah terlanjur jatuh cinta pada Ertiga.

Desain yang mirip, fitur yang hampir sama, kapasitas yang serupa serta bertarung di kelas yang sama yakni Low MPV, membuat kedua produsen bersaing ketat untuk mengambil hati masyarakat Indonesia yang memang mayoritas penyuka mobil keluarga murah berjenis LMPV.

Ertiga Lebih Hemat Bahan Bakar dan Stylish

Sulitnya Honda menyaingi penjualan varian mobil Suzuki juga disebabkan karena banyak keunggulan yang dimiliki Ertiga. Dari segi desain eksterior, keduanya memiliki desain yang cantik, namun sedikit berbeda. Mobilio mengadopsi gaya sporty dan modern, sedangkan Ertiga di desain dengan tampilan simple serta elegan. Desain tersebut menjadikan Mobilio tampak kurang proporsional jika dilihat dari samping. Namun demikian, Ertiga memiliki segmentasi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan Mobilio.

Jika anda masuk ke dalam, anda akan mendapati desain interior Ertiga yang lebih mewah ketimbang Mobilio, karena dilengkapi head unit integrated dengan tampilan mewah serta kualitas audio yang mumpuni.

Sekarang mari kita lihat dari segi performanya. Nah, untuk segi ini, mungkin Mobilio sedikit lebih unggul ketimbang Ertiga. Mobilio dilengkapi dengan mesin berkapasitas 1500cc bertenaga 118 Horsepower, sedangkan Ertiga menggunakan mesin berkapasitas 1400cc dengan 94 horsepower. Namun demikian penggunaan bahan bakar Ertiga sedikit lebih irit jika dibanding Mobilio, karena kapasitas mesinnya yang lebih besar. Dengan tampilan yang lebih stylish serta iritnya bahan bakar, menjadikan konsumen enggan beralih dari Ertiga karena memiliki banyak keunggulan.

Harga Mobil Suzuki Ertiga Semakin Digemari Keluarga Indonesia

Setelah menetapkan harga mobil Ertiga maka sudah saatnya PT Suzuki Indomobil Sales untuk kembali melakukan berbagai upaya apalagi kini telah memasuki penghujung tahun 2015 dimana para produsen terus-menerus melakukan berbagai macam upaya agar mobil baru yang sudah mereka produksi akan diterima dengan baik oleh konsumen apalagi pada momen akhir tahun dimana orang akan beramai-ramai melakukan pembelian karena mungkin saja mereka mendapatkan bonus dari kantor atau mewujudkan apa yang selama ini menjadi cita-cita atau harapannya untuk memiliki mobil keluarga yang lebih bersaing bahkan mampu mengakomodir kebutuhannya masing-masing khususnya dibidang transportasi tentunya. Berbekal segudang pengalaman dalam memasarkan mobil baru ditanah maka PT SIS kini benar-benar lebih detail baik dalam menghadirkan produk itu sendiri maupun dalam memilih langkah yang tepat untuk memberikan berbagai macam program promo seperti yang dilakukan oleh merek lain agar mereka dapat terus bersaing di Indonesia.

Melalui kesepakatan harga antara pihak dealer dengan ATPM seperti yang dipublikasikan oleh harga Suzuki tentu saja konsumen dapat melihat bahwa harga mobil Ertiga setiap wilayah di Indonesia memang berbeda-beda dimana yang paling kompetitif tentu saja berada diarea Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi. SIS sendiri sudah berupaya untuk menetapkan harga bersaing didaerah akan tetapi pajak dan juga biaya transportasi yang tinggi tentu saja semua diperhitungkan akan tetapi Suzuki Indonesia menjamin bahwa harga mobil yang mereka pasarkan tetaplah kompetitif seperti yang bisa anda lihat saat ini. Suzuki Ertiga memang menjadi andalan PT SIS dalam menghadapi gempuran yang dilakukan oleh Toyota melalui Avanza maupun Honda via Mobilio yang memang juga banyak digemari konsumen karena memang semua brand memiliki segmennya sendiri. Untuk itu selaku produsen otomotif yang sudah malang melintang dalam memasarkan mobil ditanah air. Untuk itu perlu dilakukan berbagai macam survei untuk mengamati perkembangan pasar karena memang Suzuki bukan hanya sendiri memasarkan mobil Low MPV seperti Ertiga akan tetapi brand lain seperti halnya Daihatsu, Honda, Nissan, Toyota bahkan Datsun juga melakukan hal yang sama sehingga peta persaingan juga semakin ketat.

Suzuki dikenal sebagai brand yang sangat dekat dengan konsumen dari berbagai segmen sehingga untuk mencapai hasil maksimal memang lebih mudah dibandingkan dengan brand mobil CBU lainnya seperti JEEP, FORD dan lain sebagainya namun membandingkannya dengan Suzuki tentu sangat naïf karena harga menunujukan kualitas produk bukan? Disaat perekonomian nasional sedang stagnan seperti saat ini tentu saja yang dilakukan berbagai brand adalah bertahan dengan segala kemampuan karena biar bagaimanapun yang namanya bisnis mereka sudah pasti harus mengeluarkan berbagai macam biaya terutama untuk marketing dan lain sebagainya. Di Indonesia untuk memasarkan sebuah mobil memang gampang-gampang susah karena banyaknya persaingan juga para produsen akan lebih leluasa menghadirkan produk baru dan akan laris jika ada embel-embel mobil murah dan hemat bahan bakar. Pemerintah juga harus terus memantau perkembangan dan bisnis otomotif serta selalu mengutamakan perlindungan terhadap konsumen karena jika tidak maka akan ada masalah baru dimana terjadinya ketidakpuasan konsumen terhadap apa yang sudah mereka beli atau miliki dari showroom-showroom yang dekat dengan tempat tinggalnya masing-masing.

Suzuki Siapkan Varian Ertiga Terbaru Ditahun 2016

Walaupun belum ada konfirmasi dari pihak PT SIS namun berbagai portal otomotif online berbahasa Indonesia memberitakan bahwa ATPM akan menghadirkan varian baru Ertiga dan kemungkinan sedang dipersiapkan peluncurannya ditahun 2016 nanti. Kesiapan infrastruktur khususnya pabrik perakitan Ertiga sudah disiapkan oleh SIS karena memang mereka sangat paham bahwa mobil jenis Low-end Multi Purpose Vehicle ini memang sangat diminati oleh konsumen hingga pernah dijuluki sebagai salah satu fenomena otomotif nasional karena diawal peluncurannya banyak pihak yang meragukan bahwa Ertiga akan dapat bersaing dengan brand lainnya atau tidak. Namun mobil keluarga tujuh penumpang ini akhirnya berhasil membuktikannya dimana jumlah pemesanan terus berdatangan bahkan berhasil menyabet beberapa penghargaan bergengsi hingga pada akhirnya publik mengakui bahwa apa yang didambakan oleh konsumen selama ini adalah mobil-mobil seperti Ertiga yang memang harga lebih bersaing dan juga hemat bahan bakar.

Kala itu untuk mengantisipasi membludaknya permintaan yang dilakukan oleh konsumen maka PT SIS akhirnya memperluas pabrik perakitan yang bertujuan untuk menaikkan kapasitas produksi karena menurut mereka jika konsumen terlalu lama menunggu maka besar kemungkinan konsumen akan lebih memilih dari brand lain dengan status unit yang ready stock dan ini yang tak diinginkan oleh Suzuki Indonesia jika nantinya para pemesan melakukan pembatalan secara sepihak hanya karena mereka menunggu terlalu lama untuk mendapatkan mobil yang sudah mereka pesan sebelumnya. Menjaga kualitas produk tentu saja menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Suzuki jika mereka ingin konsumen di Indonesia untuk tetap memilih produk yang mereka pasarkan dibandingkan yang lain.